Senin, 16 Agustus 2010

Cinta Buta Membawa Bencana

Dari sekian banyak romantika kehidupan, cinta adalah yang paling indah dan tidak ada duanya. Kisah cinta akan selalu menarik untuk dikenang kembali. Jika diungkapkan dalam bercinta ada hal-hal yang bisa membuat tertawa, lucu dan mengesankan. Namun, segala cinta yg kita anggap indah dan membahagiakan hanyalah cinta semu, yg dapat pudar oleh waktu dan usia.

Cinta sejati hanyalah cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah akan melahirkan cinta yg beraneka ragam kepada makhluk ciptaan-Nya, termasuk cinta kepada lawan jenis. Cinta seorang pria kepada seorang wanita hendaknya tumbuh karena cinta kepada Allah. Sebab cinta karena Allah akan kekal dan tidak menjadi bencana.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, maka telah sempurna imannya".

Kita boleh mencintai pria atau wanita yg kita anggap paling rupawan sedunia, tetapi didasari cinta itu sebagai anugrah Illahi. Setiap tatapan mata yang mengalirkan cinta, kembalikan dan sadari bahwa cinta itu tumbuh demi memperkuat cinta kita kepada Allah, sehingga refleksi tubuh sebagai bentuk ungkapan cinta bukanlah perbuatan yang bertentangan dengan keinginan Allah yang menanamkan rasa cinta.

Akan sangat berbahaya, jika cinta kita tumbuhkembangkan terlepas dari cinta kepada Allah. Cinta yang lepas dari ikatan cinta karena Allah akan menjadi cinta buta. Dalam cinta buta, tidak lagi logika yang berperan, tidak lagi agama menjadi ukuran, tidak lagi fakta menjadi pegangan, dan tidak lagi memikirkan akibat yang akan ditanggung. Cinta buta hanyalah nafsu yang berperan dan perasaan yang menjadi ukuran, karena nafsu datang dari syaitan dan perasaan adalah hawa yang dihembuskan oleh syaitan. Cinta buta bukanlah lagi cinta suci dari Allah, dan perbuatan yang dilakukan sangat mengotori Allah.

Disebutkan dalam sebuah hadist yg artinya :
"Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad Saw kemudian berkata : Hai Muhammad! Cintailah orang yang kamu kehendaki, tetapi ketahuilah sesungguhnya kamu akan berpisah darinya. Berbuatlah yang kamu kehendaki, tetapi ketahuilah sesungguhnya kamu akan dibalas dengannya. Hiduplah kamu sekehendak kamu, tetapi ketahuilah sesungguhnya kamu akan mati. Ketahuilah sesungguhnya kemuliaan orang beriman itu dengan shalat malam, dan kehormatannya adalah tidak meminta-minta kepada manusia". 

Karena itu, cintailah sesuatu karena cinta kepada Allah. Cintailah sesuatu dengan sewajarnya. Sadarilah tidak ada cinta yang kekal di dunia ini. Dan tidak ada cinta yang sehidup semati di dunia ini, sekalipun kita sering mengatakan "aku tak dapat hidup tanpa dia". Cepat atau lambat yang kita cinta akan berpisah dari kita. Bisa saja kita dulu yang memutuskan cintanya, atau dia duluan yang memutuskan cinta. Cepat atau lambat, cinta kita kepada sesuatu akan mengalami penurunan.

Renungkanlah....

By : Seroja 

1 komentar:

  1. Pengasihan putergiling agung sarana mendapatkan kekasih idaman.Hub: 0815 6766 2467

    BalasHapus