Marah menurut bahasa, sebagaimana diuraikan secara rinci dalam kitab Aafaatun ‘Alath-Thariq karya Sayyid Muhammad Nuh (1993) memiliki beberapa pengertian sebagai berikut:
- Marah berarti tidak rela terhadap sesuatu dan iri dari sesuatu. Diambil dari kosa kata arab, “ghadiba ‘alaihi ghadaban wamagdhabatan,” berarti marah atau tidak rela atas sesuatu. “ghadiba lahu” berarti marah atau tidak rela kepada seseorang untuk kepentingan orang lain.
- Menggigit sesuatu.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemarahan memiliki dampak yg hebat terhadap tubuh; menciptakan ketegangan, mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem kekebalan, serta meningkatkan tekanan jantung, otak dan setiap organ dalam tubuh. Bahkan dari segi fisik, kemarahan yang terpendam juga dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti pusing, sakit punggung, sakit leher dan perut, depresi, kurang energi, cemas dan sulit tidur.
Dari segi moral, orang yang mudah dihinggapi kemarahan maka ia akan kehilangan daya pikir yang jernih, mudah dihinggapi rasa gelisah dan ketidakstabilan jiwa.
Sedangkan dari segi individual dan sosial, orang yang mempunyai sifat pemarah maka ia akan menjadi individu yang terisolir sebab ia akan dijauhi oleh orang lain dalam pergaulan hidup sehari-hari.
Rasulullah SAW bersabda:"Orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang dalam bertarung, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat menahan nafsu amarahnya (menahan diri ketika marah)".(H.R.Bukhairi & Muslim)
Harus ditekankan bahwa orang yang kuat dan gagah bukan sekedar orang yang mempunyai kekuatan fisik yg hebat ataupun mampu memenangkan sebuah pertarungan fisik. Lebih dari itu, sebenarnya orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai amarahnya.
By : Seroja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar