PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA
PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMP NEGERI
KECAMATAN SINGKIL
Maya Seroja, Abdul Hamid K, Ibrahim Gultom
Universitas Negeri Medan, Jl.Williem Iskandar Medan
Email : bunga_mukhaira@yahoo.co.id
Abstract. The objective of this research were to find out : (1) the results obtained
by students studying Geography are taught by using instructional media Globe
compare with using instructional media map, (2) the differences of Geography
learning outcomes by students with high achievement motivation and low
achievement motivation, and (3) the interaction between of learning media with
achievement motivation in Geography learning outcome. The population on this
thesis were all grade VIII students of state SMP 1 and SMP 2 of Singkil on 3rd
mid years 2011/2012 with total sample of 70 students. That population are
devided by 2 groups, the first group are 30 students; 15 students have high
achievement motivation and 15 students have low achievement motivation,
learning is applied by using the media map. The second group comprises about 30
students consist of 17 have high-achievement motivated and 13 students have low
achievement-motivated are learning by using the media Globe. The indicator of
achievement motivation of students use the questionnaire with a reliability of
r = 0.90 and Geography students by using a test with reliability of r = 0.919.
Pre-test was used to know how the begining capability of students. The research
method used quasi experiment with factorial design 2x2. The data analysis technique was analysis of variance (ANOVA) to way at significant α = 0,05. The differences test among cells by using Scheffe test.The result of data
analysis proved that : (1) Geography learning outcomes by using instructional
media map higher than media Globe with Fcount = 5.94 > Ftable
= 4.02 at significant level α = 0.05 with df = (1:56), (2) Geography learning
outcomes by student with high achievement motivation higher than low
achievement motivation with Fcount = 162.23 > Ftable =
4.02 at significant level α = 0.05 with df = (1:56), (3) there is interaction
between the learning media (maps and globes) and achievement motivation to
Geography learning outcomes with Fcount = 14.08 and Ftable
= 4.02 with significance level α = 0.05 with df = (1:56).
Keywords : Geography Learning Outcomes, Instructional Media Globe, Instructional Media Map, Achievement Motivation
A. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah fenomena
fundamental dalam kehidupan manusia. Sejak awal
kehidupan umat manusia berabad- abad silam, untaian sejarah menggambarkan bahwa
dimana ada kehidupan manusia disitu juga ada pendidikan. Pendidikan terjadi di
setiap sendi kehidupan umat manusia, dengan kata lain pendidikan berlangsung di
dalam kehidupan manusia sebagai makhluk individu, sosial, religi, estetika dan
budaya. Artinya, proses
pendidikan berada di lingkungan manusia yang hidup dalam kelompok masyarakat
atau dalam keterkaitan individu dengan lingkungannya.
Orientasi pembelajaran Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan 2006 tidak hanya pada hasil tetapi juga mengutamakan
proses, dimana siswa aktif dalam membangun pengetahuannya sedangkan guru lebih
beperan sebagai fasilitator. Guru sebagai salah satu komponen utama dalam
proses pembelajaran diharapkan mampu menciptakan kondisi menyenangkan. Sehingga
siswa termotivasi untuk belajar. Guru juga harus memberikan kesempatan kepada
siswanya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga proses
pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru (teacher
centered) dan terciptalah interaksi antara siswa dengan guru serta siswa
dengan siswa (student centered).
Permendiknas no. 22 tahun 2006
menetapkan bahwa geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang
hayat dan mendorong peningkatan kehidupan. Lingkup bidang kajiannya
memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya
yang menekankan pada aspek spasial, dan ekologis dari eksistensi manusia. Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek
dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial manusia dengan
lingkungan, serta interaksi manusia dengan tempat. Sebagai suatu disiplin
integratif, geografi memadukan dimensi
alam fisik dengan dimensi manusia dalam menelaah keberadaan dan kehidupan
manusia di tempat dan lingkungannya.
Geografi merupakan salah satu
cabang Ilmu Pengetahuan Sosial, yang sebagian besar materinya lebih bersifat
teoretis dan teks yang siswanya tidak hannya dituntut menghafal tetapi siswa
diharapkan mampu memahami materi yang dipelajari dengan baik, sehingga mata pelajaran geografi kurang
menarik oleh siswa yang biasanya oleh guru dalam bentuk ceramah atau metode konvensional.
Berdasarkan hasil observasi
awal peneliti di SMP Negeri 1 Singkil dan SMP Negeri 2
Singkil, selama pembelajaran
berlangsung guru mata pelajaran Geografi lebih cenderung menggunakan strategi
kovensional dalam menyampaikan materi pelajaran.
Pembelajaran berpusat pada guru (teacher
centered). Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan sekali-sekali
tanya jawab tanpa diiringi dengan media pembelajaran sedangkan siswanya kurang siap menerima
pelajaran, sehingga mereka hanya mencatat fakta-fakta yang diterangkan
guru. Pembelajaran ini membuat siswa
hanya menerima dan tidak melatih kemampuan untuk belajar aktif. Hal ini terlihat dari seringnya siswa minta izin keluar pada saat pelajaran
berlangsung. Ini mengakibatkan materi yang disampaikan tidak sepenuhnya diserap
oleh siswa. Pada akhirnya dengan menggunakan metode ceramah konvensional dimana
kurangnya interaksi siswa secara
aktif berakibat pada rendahnya
hasil belajar siswa atau berada di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang
telah ditetapkan oleh pihak sekolah atas usulan guru mata pelajaran.
Dalam kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, maka
yang harus menjadi perhatian bagi guru yaitu bagaimana seorang guru mampu
memilih dan menggunakan serta menyesuaikan media pembelajaran dengan materi,
sifat dan karakteristik ilmu pengetahuan, dan karakteristik siswa. Berkaitan
dengan itu, guru harus mampu mendesain proses pembelajaran dan menentukan
materi yang disampaikan dan menggunakan media yang sesuai untuk disajikan.
Bersesuaian dengan yang diungkapkan oleh Ahmadi dan
Supriyono (1991) menyatakan bahwa komponen- komponen yang mempengaruhi hasil belajar
seorang siswa meliputi stimuli belajar, metode belajar, dan individual siswa.
Selanjutnya Nasution dan Suryanto (1991) menyatakan komponen- komponen yang
mempengaruhi hasil belajar seorang siswa meliputi : guru, kurikulum, siswa,
media, metode mengajar, dan lingkungan. Untuk tercapainya tujuan pembelajaran
yang maksimal, maka antara komponen- komponen tersebut harus saling mendukung
satu dengan yang lainnya.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006,
Standar Kompetensi (SK) yang dirumuskan terutama pada sub mata pelajaran
Geografi yakni memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan
lingkungannya. Standar Kompetensi ini selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi
Dasar (KD). Kompetensi- kompetensi dasar tersebut adalah sebagai berikut : (a)
mendeskripsikan kondisi fisik wilayah Indonesia, (b) mendeskripsikan gejala-
gejala yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer serta dampaknya terhadap
kehidupan, (c) mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya
penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. Kompetensi- kompetensi dasar yang
diisyaratkan kurikulum inilah yang menjadi acuan bagi guru untuk mendesain
pembelajaran sehingga tercipta efektivitas, efisiensi, dan memiliki daya tarik.
Hal itu tentu berarti bahwa guru harus secara tepat dan cermat menentukan
strategi, metode, media pembelajaran yang paling sesuai untuk mencapai hasil
belajar yang optimal.
Berdasarkan uraian di atas, maka terdapat kesenjangan
antara kemampuan yang diharapkan dengan hasil yang diperoleh. Siswa diharapkan
memiliki pemahaman yang jelas tentang peta dan globe, selanjutnya memiliki
kemampuan dalam menyelesaikan soal- soal yang disajikan dalam bentuk peta,
namun kenyataan menunjukkan bahwa siswa banyak mengalami kesulitan. Padahal
jika ditinjau dari pengalaman belajar yang diberikan dinilai cukup apalagi jika
dikaitkan dengan pengetahuan awal mereka pada tingkat yang lebih rendah, dimana
materi tersebut diberikan oleh guru. Hal inilah yang menjadi fokus peneliti
untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai faktor penyebab rendahnya
kemampuan siswa dalam menjawab tes yang berisikan materi mengenai peta yang
disajikan dalam bentuk gambar maupun kemampuan menginterpretasi informasi yang
berkaitan dengan hal tersebut.
Dari hasil pengamatan selama ini terhadap proses
pembelajaran Geografi menunjukkan, siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Kecamatan Singkil kurang mampu membaca dan menafsirkan peta dan globe terlebih
lagi untuk membuat peta yang baik dan benar. Dan berdasarkan hasil pengamatan
selama ini juga menunjukkan bahwa sub bidang studi Geografi, khususnya mengenai
materi peta memiliki tingkat kesukaran relatif lebih sulit dibandingkan dengan
materi- materi lainnya dalam lingkup pengetahuan Geografi. Hal ini tentu sangat
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dan kelanjutan siswa mengikuti materi
pelajaran berikutnya.
Suasana belajar yang kurang menyenangkan mengakibatkan
minat, motivasi, partisipasi siswa dalam pembelajaran kurang baik. Untuk
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa, maka salah satu upaya
yang dapat dilakukan guru adalah merubah strategi pembelajaran dengan
pembelajaran bervariasi, yakni dengan mengupayakan penggunaan media
pembelajaran. Penggunaan media pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat
membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan isi pelajaran.
Disamping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran dapat
membantu siswa meningkatkan partisipasi aktif dalam belajar, pemahaman
menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan
memadatkan informasi. Pembelajaran Geografi sebagaimana di atas, dalam prosesnya
memerlukan banyak sumber dan media pembelajaran. Kurang tepat apabila dalam
menyampaikan materi pelajaran Geografi contohnya materi tentang Pembagian Wilayah
Indonesia, seorang guru hanya berceramah tanpa dibantu dengan media
pembelajaran. Sekurang- kurangnya seorang guru geografi menggunakan peta
sebagai media pembelajaran.
Disisi lain, keberhasilan
siswa dipengaruhi oleh motivasi berprestasi. Siswa yang
mempunyai motivasi berprestasi tentu akan berusaha agar lebih unggul dari
teman- temannya. Ia akan berusaha untuk belajar lebih giat demi meningkatkan
hasil belajar. Siswa berprestasi juga berkeinginan untuk dipuji yang kesemuanya
didorong oleh motivasi berprestasi yang tinggi. Siswa dengan motivasi
berprestasi tinggi akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya dan akan
merasa puas jika pekerjaan yang dilakukannya dapat terselesaikan. Sedangkan siswa dengan motivasi
berprestasi rendah cenderung malas dan tidak mau menyelesaikan pekerjaannya.
Sifat siswa yang kedua tersebut lebih mendominasi di kalangan pelajar.
Berdasarkan kenyataan adanya perbedaan individual, tidak
semua siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Terhadap siswa yang masih
dinilai belum berhasil mencapai tujuan, guru bertanggung jawab untuk membantu
agar tercapai hasil belajar melalui perbaikan proses belajar. Keberhasilan
seorang guru terletak pada kemampuannya untuk melaksanakan proses belajar
mengajar sebaik- baiknya sehingga siswa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan
menerapkan strategi pembelajaran melalui penggunaan media pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu siswa
dalam meningkatkan hasil belajarnya.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh
masukan tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran. Sedangkan secara khusus
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1)
Hasil belajar Geografi yang
diperoleh siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Globe
dengan siswa yang diajarkan menggunakan media pembelajaran Peta.
2)
Perbedaan hasil belajar
Geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan hasil belajar
Geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
3)
Interaksi
antara media pembelajaran dengan
motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi.
B. METODE PENELITIAN
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas VIII SMP Negeri 1 Singkil dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singkil Tahun
Ajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini yaitu melalui pengampilan sampel secara acak kelas (cluster random sampling). Sampel penelitian dipilih secara acak
dengan mengundi 3 kelas di SMP Negeri 1 Singkil, dari hasil pengundian
terpilih 1 kelas sebagai kelas perlakuan yang diajarkan dengan menggunakan
media pembelajaran Peta. Selanjutnya, diambil kelas pembanding (kelas
perlakuan) yang diajarkan dengan media pembelajaran Globe yaitu kelas VIII SMP
Negeri 2 Singkil dimana kelas yang dipilih melalui cara pengundian untuk
memilih satu kelas dari dua kelas yang ada.
Metode yang diterapkan dalam
penelitian ini adalah Quast Experiment (eksperimen semu). Desain penelitian
yang digunakan adalah desain faktorial 2 x 2, seperti tertera pada tabel di bawah
ini.
Tabel 3.1. Desain
Faktorial 2x2
|
Motivasi
Berprestasi (B)
|
Media
Pembelajaran (A)
|
|
|
Media
Peta (A1)
|
Media
Globe (A2)
|
|
|
Tinggi
(B1)
|
A1B1
|
A2B1
|
|
Rendah
(B2)
|
A1B2
|
A2B2
|
Keterangan :
A = Media
Pembelajaran
B = Motivasi
Berprestasi
A1 = Media Peta
A2 = Media Globe
B1 = Motivasi Berprestasi Tinggi
B2 =
Motivasi Berprestasi Rendah
Dalam
penelitian ini terdapat dua macam instrumen sebagai alat pengumpul data yaitu
(1) angket motivasi berprestasi dan (2) tes hasil belajar Geografi. Analisis statistik yang digunakan analisis varians (ANAVA).
C. HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh
media pembelajaran (peta dan globe) dan motivasi berprestasi terhadap hasil
belajar Geografi siswa. Dengan mempedomi tujuan penelitian, maka hasil
penelitian ini meliputi: (1) hasil belajar Geografi
siswa yang diajar dengan menggunakan media peta lebih tinggi dibandingkan dengan
hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan menggunakan media globe, (2) hasil belajar Geografi siswa yang memiliki motivasi
berprestasi tinggi lebih
tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki
motivasi berprestasi rendah, (3) terdapat interaksi antara media pembelajaran dan motivasi berprestasi
terhadap hasil belajar Geografi siswa.
2. Pembahasan Penelitian
1.
Perbedaaan Hasil Belajar Geografi Siswa Yang Diajar Dengan
Menggunakan Media Pembelajaran Peta Dan Siswa Yang Diajar Dengan Media Pembelajaran
Globe
Hasil analisis data penelitian
melalui uji Anava 2x2 diputuskan menolak Ho dan menerima Ha. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan media pembelajaran Peta lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan media Globe. Geografi adalah disiplin ilmu yang mengkaji tentang fenomena permukaan
bumi. Seperti yang diungkapkan oleh Bintarto dalam Khosim (2007:5) Geografi
pada dasarnya merupakan ilmu yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi,
menganalisis gejala-gejala alam dan gejala-gejala sosial, serta mengkaji corak
yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
Berdasarkan pengertian diatas dapat dikatakan bahwa geografi adalah ilmu
penetahuan yang menggambarkan, melukiskan, atau mendeskripsikan hal-hal yang
berkitan dengan persamaan dan perbedaan, baik yang terdapat didaratan,
lingkungan perairan, lingkungan udara, maupun lingkungan hidup.
Khusus pada materi pembelajaran kelas VIII Keruangan dan
Kewilayahan dalam mencapai
kompetensi yang diharapkan, seorang guru harus mampu merancang dan menerapkan media pembelajaran
yang mendukung tercapainya kompetensi tersebut. Kegiatan pembelajaran yang
dirancang haruslah memberi peluang untuk mengakomodasikan segala potensi yang
dimiliki siswa untuk memahami materi pembelajaran tersebut.
Pembelajaran dengan
menggunakan media pembelajaran Peta lebih baik karena siswa lebih aktif
mengikuti pelajaran. Penggunaan media peta dalam pembelajaran akan membentuk
mental map dan cognitive map sehingga siswa dapat membaca dan memahami berbagai
peristiwa alam dan kehidupan di muka bumi. Hal ini dikarenakan ketika siswa
menggunakan media peta maka secara langsung terjadi interaksi antara siswa dengan
media peta. Sumaatmadja (2001) mengatakan kesadaran dan penghayatan anak didik
terhadap gejala dan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan di permukaan bumi
juga dapat terbina pada diri mereka melalui pemanfaatan peta. Dengan demikian,
akan terbina kemampuan memanfaatkan sumber daya lingkungan secara rasional
sesuai dengan tingkat kualitas kehidupan dan kualitas lingkungannya.
Berbeda dengan pembelajaran yang menggunakan media
globe, siswa kurang aktif karena globe tidak dapat memberi keterangan yang rinci
tentang keadaan bumi dan membingungkan siswa. Hampir tidak ada interaksi siswa
dengan media. Media juga tidak memberikan reaksi terhadap aksi yang dilakukan
siswa. Dengan demikian siswa cepat merasa bosan dan tidak terbangun ide-ide
yang baru serta kreatifitas dalam menganalisis materi pelajaran. Suharyono dan
Amien (1994) menjelaskan ada beberapa kelemahan dari globe yaitu (1) globe kurang
praktis dan membingungkan untuk kepentingan pejelajahan bumi, (2) gambar yang
kurang jelas dan terlalu kecil, dan (3) tidak punya skala perbandingan yang
sesungguhnya karena tanpa skala kita tidak tahu berapa perbandingan yang buatan
dengan yang asli. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan
media peta lebih tinggi dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar
dengan menggunakan media globe. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil
pembelajaran dengan menggunakan media peta lebih sesuai untuk kompetensi bidang
studi Geografi.
Dari hasil analisis uji hipotesis dan uji lanjut dengan
menggunakan uji Scheffe menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang
diajar dengan menggunakan media peta lebih tinggi dibandingkan dengan hasil
belajar Geografi siswa yang diajar dengan menggunakan media globe.
2.
Perbedaan Hasil Belajar Geografi Siswa Yang Memiliki Motivasi
Berprestasi Tinggi Dan Siswa Yang Memiliki Motivasi Berprestasi Rendah
Hasil analisis data penelitian
melalui uji Anava 2 x 2 diputuskan menolak Ho dan menerima Ha. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang memiliki
motivasi berprestasi tinggi
lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki
motivasi berprestasi rendah.
Di dalam belajar, faktor motivasi berprestasi merupakan
satu faktor psikologis yang dimiliki oleh seorang siswa. Faktor motivasi
terhadap suatu mata pelajaran akan mempengaruhi terhadap pencapaian hasil
belajarnya. Siswa yang cenderung memiliki motivasi berprestasi yang tinggi
terhadap suatu mata pelajaran akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi
dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi
cenderung memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa
yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Hasil penelitian ini dapat
menjelaskan bahwa motivasi berprestasi yang merupakan salah satu karakteristik
siswa dapat mempengaruhi hasil belajar. Siswa dengan motivasi berprestasi
tinggi cenderung untuk belajar lebih giat untuk mencapai hasil belajar yang
maksimal, berbeda dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
Hal ini sejalan dengan pendapat dari Bloom (1986) yang
menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa
adalah karakteristik siswa. Hasil penelitian ini juga relevan dengan hasil
penelitian dari Pulungan (2005) yang memberi kesimpulan terhadap hubungan yang
signifikan antara motivasi berprestasi dengan perolehan hasil belajar Fisika.
Berdasarkan hasil penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu, jelas
menyebutkan bahwa faktor motivasi berprestasi berpengaruh terhadap hasil
belajar.
3.
Interaksi Antara Media Pembelajaran Dan Motivasi Berprestasi
Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa
Hasil belajar
siswa dipengaruhi oleh faktor internal (dari dalam diri siswa) serta faktor eksternal atau
faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor luar yang salah satunya adalah
media pembelajaran turut mempengaruhi kualitas pembelajaran dimana guru adalah
yang paling bertanggungjawab didalamnya untuk keberhasilan proses belajar.
Kemudian faktor internal dalam hal ini adalah motivasi berprestasi siswa. Hasil
penelitian memperlihatkan bahwa terdapat interaksi antara media pembelajaran
dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar geografi pada siswa SMP Negeri
Kecamatan Singkil. Temuan dalam penelitian ini adalah: a) hasil belajar
geografi siswa yang diajar dengan media pembelajaran Peta lebih tinggi dari
pada hasil belajar geografi siswa yang
diajar dengan media pembelajaran Globe. b) hasil belajar
siswa yang diajar dengan media pembelajaran Peta dan Globe tidak berbeda secara
signifikan baik pada kelompok siswa yang mempunyai motivasi berpretasi
tinggi,c) terdapat perbedaan hasil belajar geografi siswa yang memiliki
motivasi berprestasi rendah yang diajar dengan media pembelajaran Peta dan
media Globe.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa penggunaan media
pembelajaran Globe memberikan pengaruh yang lebih baik bila diterapkan pada
kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibanding bila
diterapkan pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Hal
ini dapat dilihat dari skor hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi
berprestasi tinggi yang diajarkan dengan menggunakan media Globe skor rata-
rata 24,21 lebih tinggi dari skor hasil belajar kelompok siswa yang memiliki
motivasi berprestasi rendah yang diajarkan dengan menggunakan media Globe skor
rata- rata 14,65. Selanjutnya, hasil
belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi yang diajarkan
dengan menggunakan media Peta memperoleh skor rata-rata 24,37 lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah
memperoleh skor rata- rata 18,57.
Dari hasil penelitian dan uji scheffe juga diperoleh
bahwa penggunaan media pembelajaran tidak selamanya berpengaruh terhadap hasil
belajar siswa, hal tersebut dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dengan
motivasi berprestasi tinggi yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran
Peta tidak jauh beda dengan hasil belajar siswa dengan motivasi berprestasi
tinggi yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran Globe. Dengan demikian
penggunaan media pembelajaran Globe lebih cenderung terhadap peningkatan hasil
belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibanding dengan siswa
yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Sebaliknya, siswa yang memiliki
motivasi berprestasi rendah akan memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi
bila diajar dengan menggunakan media Peta.
Hasil
penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Hadi (2003) yang
menyimpulkan bahwa sebelum guru mengajar perlu dilakukan penilaian awal
terhadap karakteristik siswa yang akan diajarnya. Dengan demikian hasil belajar
yang merupakan perubahan tingkah laku atau kemampuan dalam diri siswa berupa
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang bersifat efektif, efisien dan
mempunyai daya tarik dapat tercapai. Dari uraian diatas, jelas bahwa terdapat
interaksi antara media pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil
belajar Geografi siswa.
D. KESIMPULAN
DAN SARAN
1.
Kesimpulan
Sesuai dengan hasil dan pembahasan penelitian yang telah
diuraikan, maka ditarik kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.
Terdapat perbedaan hasil
belajar Geografi antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan media
pembelajaran Peta dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan media
pembelajaran Globe. Kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan media
pembelajaran Peta memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi jika dibandingkan
dengan kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran
Globe.
2.
Terdapat perbedaan hasil
belajar Geografi antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan
kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Siswa yang memiliki
motivasi berprestasi tinggi memperoleh hasil belajar lebih tinggi dibandingkan
dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
3.
Terdapat interaksi antara media
pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi siswa.
Rata- rata hasil belajar Geografi yang paling tinggi adalah siswa yang memiliki
motivasi berprestasi tinggi yang diajarkan dengan media pembelajaran Peta,
sedangkan yang paling rendah adalah kelompok siswa motivasi berprestasi rendah
yang menggunakan media pembelajaran Globe.
2. Saran
Saran- saran yang dikemukakan untuk penelitian lanjutan
adalah sebagai berikut :
1.
Penelitian ini masih perlu
dikembangkan lebih lanjut pada skala yang lebih luas dengan objek penelitian
dan variabel lain. Karena penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Singkil dan
SMP Negeri 2 Singkil maka disarankan para peneliti lain untuk melakukan penelitian
dengan variabel yang sama di SMP Negeri lain dengan kondisi yang berbeda
sehingga diperoleh hasil penelitian yang dapat mencerminkan kondisi yang lebih
umum.
2.
Karakteristik siswa yang
dijadikan variabel moderator dalam penelitian ini adalah motivasi berprestasi
siswa. Disarankan untuk penelitian lanjutan melibatkan karakteristik siswa yang
lain guna melengkapi kajian penelitian ini.
Saran- saran yang dikemukakan pada pemanfaatan hasil
penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.
Para guru SMP Negeri di
Kecamatan Singkil hendaknya selalu berusaha untuk menggunakan media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar agar hasil belajar siswa lebih
meningkat.
2.
Para pengelola sarana dan
prasarana pembelajaran, agar selalu mengikuti perkembangan media pembelajaran
sehingga dapat diterapkan pada pengajaran di kelas, agar hasil belajar siswa
lebih baik.
3.
Media pembelajaran dan
karakteristik siswa merupakan suatu komponen yang dapat menentukan atau
mempengaruhi hasil belajar Geografi. Oleh karena itu, guru sebagai perancang
pengajaran perlu mempertimbangkan karakteristik siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. & Supriyono, W. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka
Cipta.
Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka
Cipta.
Bloom, B.S. (ed.). 1976. Human Characteristics and School Learning.
New York: Mc Graw- Hill Book Company.
Depdiknas. 2003. Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1982. Pendidikan Tenaga Kependidikan Berdasarkan
Kompetensi, Program Akta V-B, Buku II.
Jakarta : Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Fauziah, A. 2010. Motivasi Berprestasi. (Online).
(http://aliafauziah.blogspot.com/2010/11/motivasi-berprestasi.html. Diakses pada tanggal 14 April 2011).
Khosim, A. 2007, Geografi
SMA Kelas XI. Jakarta: Grasindo.
Nasution, N. & Suryanto, A. 1991. Evaluasi Pengajaran. Jakarta : PPUT.
Pulungan, Abdul H. 2005. Pengaruh Metode Pembelajaran Remedial dan
Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 35 Medan.
Medan : Tesis UNIMED.
Suharyono & Amien, M.
1994. Pengantar Filsafat Geografi.
Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan. Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumaatmadja, N. 1983. Geografi Sebagai Nilai Eksistensi Untuk
Menunjang Perwujudan Kesatuan Bangsa dan Negara. Disertasi. Yogyakarta:
Program Pasca Sarjana IKIP Yogyakarta.
Sumaatmadja, N. 2001. Metodologi Pengajaran Geografi. Jakarta : Bumi Aksara.
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar