Minggu, 18 Mei 2014

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMP NEGERI KECAMATAN SINGKIL



PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMP NEGERI KECAMATAN SINGKIL

Maya Seroja, Abdul Hamid K, Ibrahim Gultom
Universitas Negeri Medan, Jl.Williem Iskandar Medan
Email : bunga_mukhaira@yahoo.co.id

Abstract. The objective of this research were to find out : (1) the results obtained by students studying Geography are taught by using instructional media Globe compare with using instructional media map, (2) the differences of Geography learning outcomes by students with high achievement motivation and low achievement motivation, and (3) the interaction between of learning media with achievement motivation in Geography learning outcome. The population on this thesis were all grade VIII students of state SMP 1 and SMP 2 of Singkil on 3rd mid years 2011/2012 with total sample of 70 students. That population are devided by 2 groups, the first group are 30 students; 15 students have high achievement motivation and 15 students have low achievement motivation, learning is applied by using the media map. The second group comprises about 30 students consist of 17 have high-achievement motivated and 13 students have low achievement-motivated are learning by using the media Globe. The indicator of achievement motivation of students use the questionnaire with a reliability of r = 0.90 and Geography students by using a test with reliability of r = 0.919. Pre-test was used to know how the begining capability of students. The research method used quasi experiment with factorial design 2x2. The data analysis technique was analysis of variance (ANOVA) to way at significant α = 0,05. The differences test among cells by using Scheffe test.The result of data analysis proved that : (1) Geography learning outcomes by using instructional media map higher than media Globe with Fcount = 5.94 > Ftable = 4.02 at significant level α = 0.05 with df = (1:56), (2) Geography learning outcomes by student with high achievement motivation higher than low achievement motivation with Fcount = 162.23 > Ftable = 4.02 at significant level α = 0.05 with df = (1:56), (3) there is interaction between the learning media (maps and globes) and achievement motivation to Geography learning outcomes with Fcount = 14.08 and Ftable = 4.02 with significance level α = 0.05 with df = (1:56).

Keywords :  Geography Learning Outcomes, Instructional Media Globe, Instructional Media Map, Achievement Motivation
 
A. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah fenomena fundamental dalam kehidupan manusia. Sejak awal kehidupan umat manusia berabad- abad silam, untaian sejarah menggambarkan bahwa dimana ada kehidupan manusia disitu juga ada pendidikan. Pendidikan terjadi di setiap sendi kehidupan umat manusia, dengan kata lain pendidikan berlangsung di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk individu, sosial, religi, estetika dan budaya. Artinya, proses pendidikan berada di lingkungan manusia yang hidup dalam kelompok masyarakat atau dalam keterkaitan individu dengan lingkungannya.
Orientasi pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 tidak hanya pada hasil tetapi juga mengutamakan proses, dimana siswa aktif dalam membangun pengetahuannya sedangkan guru lebih beperan sebagai fasilitator. Guru sebagai salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran diharapkan mampu menciptakan kondisi menyenangkan. Sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Guru juga harus memberikan kesempatan kepada siswanya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru (teacher centered) dan terciptalah interaksi antara siswa dengan guru serta siswa dengan siswa (student centered).
Permendiknas no. 22 tahun 2006 menetapkan bahwa geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong peningkatan kehidupan. Lingkup bidang kajiannya memungkinkan manusia memperoleh jawaban atas pertanyaan dunia sekelilingnya yang menekankan pada aspek spasial, dan ekologis dari eksistensi manusia.  Bidang kajian geografi meliputi bumi, aspek dan proses yang membentuknya, hubungan kausal dan spasial manusia dengan lingkungan, serta interaksi manusia dengan tempat. Sebagai suatu disiplin integratif,  geografi memadukan dimensi alam fisik dengan dimensi manusia dalam menelaah keberadaan dan kehidupan manusia di tempat dan lingkungannya.
Geografi merupakan salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Sosial, yang sebagian besar materinya lebih bersifat teoretis dan teks yang siswanya tidak hannya dituntut menghafal tetapi siswa diharapkan mampu memahami materi yang dipelajari dengan baik,  sehingga mata pelajaran geografi kurang menarik oleh siswa  yang biasanya  oleh guru dalam bentuk  ceramah atau metode konvensional.
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti di SMP Negeri 1 Singkil dan SMP Negeri 2 Singkil, selama pembelajaran berlangsung guru mata pelajaran Geografi lebih cenderung menggunakan strategi kovensional dalam  menyampaikan materi pelajaran. Pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered). Guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan sekali-sekali tanya jawab tanpa diiringi dengan media pembelajaran sedangkan siswanya kurang siap menerima pelajaran, sehingga mereka hanya mencatat fakta-fakta yang diterangkan guru.  Pembelajaran ini membuat siswa hanya menerima dan tidak melatih kemampuan untuk belajar aktif.  Hal ini terlihat dari seringnya  siswa minta izin keluar pada saat pelajaran berlangsung. Ini mengakibatkan materi yang disampaikan tidak sepenuhnya diserap oleh siswa. Pada akhirnya dengan menggunakan metode ceramah konvensional dimana kurangnya interaksi siswa secara  aktif  berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa atau berada di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah atas usulan guru mata pelajaran.
Dalam kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, maka yang harus menjadi perhatian bagi guru yaitu bagaimana seorang guru mampu memilih dan menggunakan serta menyesuaikan media pembelajaran dengan materi, sifat dan karakteristik ilmu pengetahuan, dan karakteristik siswa. Berkaitan dengan itu, guru harus mampu mendesain proses pembelajaran dan menentukan materi yang disampaikan dan menggunakan media yang sesuai untuk disajikan.
Bersesuaian dengan yang diungkapkan oleh Ahmadi dan Supriyono (1991) menyatakan bahwa komponen- komponen yang mempengaruhi hasil belajar seorang siswa meliputi stimuli belajar, metode belajar, dan individual siswa. Selanjutnya Nasution dan Suryanto (1991) menyatakan komponen- komponen yang mempengaruhi hasil belajar seorang siswa meliputi : guru, kurikulum, siswa, media, metode mengajar, dan lingkungan. Untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal, maka antara komponen- komponen tersebut harus saling mendukung satu dengan  yang lainnya.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, Standar Kompetensi (SK) yang dirumuskan terutama pada sub mata pelajaran Geografi yakni memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya. Standar Kompetensi ini selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi- kompetensi dasar tersebut adalah sebagai berikut : (a) mendeskripsikan kondisi fisik wilayah Indonesia, (b) mendeskripsikan gejala- gejala yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer serta dampaknya terhadap kehidupan, (c) mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.  Kompetensi- kompetensi dasar yang diisyaratkan kurikulum inilah yang menjadi acuan bagi guru untuk mendesain pembelajaran sehingga tercipta efektivitas, efisiensi, dan memiliki daya tarik. Hal itu tentu berarti bahwa guru harus secara tepat dan cermat menentukan strategi, metode, media pembelajaran yang paling sesuai untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan uraian di atas, maka terdapat kesenjangan antara kemampuan yang diharapkan dengan hasil yang diperoleh. Siswa diharapkan memiliki pemahaman yang jelas tentang peta dan globe, selanjutnya memiliki kemampuan dalam menyelesaikan soal- soal yang disajikan dalam bentuk peta, namun kenyataan menunjukkan bahwa siswa banyak mengalami kesulitan. Padahal jika ditinjau dari pengalaman belajar yang diberikan dinilai cukup apalagi jika dikaitkan dengan pengetahuan awal mereka pada tingkat yang lebih rendah, dimana materi tersebut diberikan oleh guru. Hal inilah yang menjadi fokus peneliti untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam menjawab tes yang berisikan materi mengenai peta yang disajikan dalam bentuk gambar maupun kemampuan menginterpretasi informasi yang berkaitan dengan hal tersebut.
Dari hasil pengamatan selama ini terhadap proses pembelajaran Geografi menunjukkan, siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kecamatan Singkil kurang mampu membaca dan menafsirkan peta dan globe terlebih lagi untuk membuat peta yang baik dan benar. Dan berdasarkan hasil pengamatan selama ini juga menunjukkan bahwa sub bidang studi Geografi, khususnya mengenai materi peta memiliki tingkat kesukaran relatif lebih sulit dibandingkan dengan materi- materi lainnya dalam lingkup pengetahuan Geografi. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dan kelanjutan siswa mengikuti materi pelajaran berikutnya.
Suasana belajar yang kurang menyenangkan mengakibatkan minat, motivasi, partisipasi siswa dalam pembelajaran kurang baik. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah merubah strategi pembelajaran dengan pembelajaran bervariasi, yakni dengan mengupayakan penggunaan media pembelajaran. Penggunaan media pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan isi pelajaran. Disamping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran dapat membantu siswa meningkatkan partisipasi aktif dalam belajar, pemahaman menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Pembelajaran Geografi sebagaimana di atas, dalam prosesnya memerlukan banyak sumber dan media pembelajaran. Kurang tepat apabila dalam menyampaikan materi pelajaran Geografi contohnya materi tentang Pembagian Wilayah Indonesia, seorang guru hanya berceramah tanpa dibantu dengan media pembelajaran. Sekurang- kurangnya seorang guru geografi menggunakan peta sebagai media pembelajaran.
Disisi lain, keberhasilan siswa dipengaruhi oleh motivasi berprestasi. Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tentu akan berusaha agar lebih unggul dari teman- temannya. Ia akan berusaha untuk belajar lebih giat demi meningkatkan hasil belajar. Siswa berprestasi juga berkeinginan untuk dipuji yang kesemuanya didorong oleh motivasi berprestasi yang tinggi. Siswa dengan motivasi berprestasi tinggi akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya dan akan merasa puas jika pekerjaan yang dilakukannya dapat terselesaikan. Sedangkan siswa dengan motivasi berprestasi rendah cenderung malas dan tidak mau menyelesaikan pekerjaannya. Sifat siswa yang kedua tersebut lebih mendominasi di kalangan pelajar.
Berdasarkan kenyataan adanya perbedaan individual, tidak semua siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Terhadap siswa yang masih dinilai belum berhasil mencapai tujuan, guru bertanggung jawab untuk membantu agar tercapai hasil belajar melalui perbaikan proses belajar. Keberhasilan seorang guru terletak pada kemampuannya untuk melaksanakan proses belajar mengajar sebaik- baiknya sehingga siswa mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan menerapkan strategi pembelajaran melalui penggunaan media pembelajaran  yang tepat diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajarnya.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh masukan tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1)       Hasil belajar Geografi yang diperoleh siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Globe dengan siswa yang diajarkan menggunakan media pembelajaran Peta.
2)        Perbedaan hasil belajar Geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan hasil belajar Geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
3)        Interaksi antara media pembelajaran  dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi.

B. METODE PENELITIAN
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Singkil dan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singkil Tahun Ajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu melalui pengampilan sampel secara acak kelas (cluster random sampling). Sampel penelitian dipilih secara acak dengan mengundi 3 kelas di SMP Negeri 1 Singkil, dari hasil pengundian terpilih 1 kelas sebagai kelas perlakuan yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Peta. Selanjutnya, diambil kelas pembanding (kelas perlakuan) yang diajarkan dengan media pembelajaran Globe yaitu kelas VIII SMP Negeri 2 Singkil dimana kelas yang dipilih melalui cara pengundian untuk memilih satu kelas dari dua kelas yang ada.   
Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Quast Experiment (eksperimen semu). Desain penelitian yang digunakan adalah desain faktorial 2 x 2, seperti tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.1. Desain Faktorial 2x2
Motivasi Berprestasi (B)
Media Pembelajaran (A)
Media Peta (A1)
Media Globe (A2)

Tinggi (B1)
A1B1
A2B1

Rendah (B2)
A1B2
A2B2

Keterangan :
A  =     Media Pembelajaran
B  =     Motivasi Berprestasi
A1 =     Media Peta
A2 =     Media Globe
B1 =     Motivasi Berprestasi Tinggi
B2 =     Motivasi Berprestasi Rendah

Dalam penelitian ini terdapat dua macam instrumen sebagai alat pengumpul data yaitu (1) angket motivasi berprestasi dan (2) tes hasil belajar Geografi. Analisis statistik yang digunakan analisis varians (ANAVA).
C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh media pembelajaran (peta dan globe) dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi siswa. Dengan mempedomi tujuan penelitian, maka hasil penelitian ini meliputi: (1) hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan menggunakan media peta lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan menggunakan media globe, (2) hasil belajar Geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) terdapat interaksi antara media pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi siswa.

  2. Pembahasan Penelitian
1.      Perbedaaan Hasil Belajar Geografi Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Peta Dan Siswa Yang Diajar Dengan Media Pembelajaran Globe

Hasil analisis data penelitian melalui uji Anava 2x2 diputuskan menolak Ho dan menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan media pembelajaran Peta lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan media Globe. Geografi adalah disiplin ilmu yang mengkaji tentang fenomena permukaan bumi. Seperti yang diungkapkan oleh Bintarto dalam Khosim (2007:5) Geografi pada dasarnya merupakan ilmu yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan gejala-gejala sosial, serta mengkaji corak yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu. Berdasarkan pengertian diatas dapat dikatakan bahwa geografi adalah ilmu penetahuan yang menggambarkan, melukiskan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berkitan dengan persamaan dan perbedaan, baik yang terdapat didaratan, lingkungan perairan, lingkungan udara, maupun lingkungan hidup.
Khusus pada materi pembelajaran kelas VIII Keruangan dan Kewilayahan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan, seorang guru harus mampu merancang dan menerapkan media pembelajaran yang mendukung tercapainya kompetensi tersebut. Kegiatan pembelajaran yang dirancang haruslah memberi peluang untuk mengakomodasikan segala potensi yang dimiliki siswa untuk memahami materi pembelajaran tersebut.
            Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Peta lebih baik karena siswa lebih aktif mengikuti pelajaran. Penggunaan media peta dalam pembelajaran akan membentuk mental map dan cognitive map sehingga siswa dapat membaca dan memahami berbagai peristiwa alam dan kehidupan di muka bumi. Hal ini dikarenakan ketika siswa menggunakan media peta maka secara langsung terjadi interaksi antara siswa dengan media peta. Sumaatmadja (2001) mengatakan kesadaran dan penghayatan anak didik terhadap gejala dan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan di permukaan bumi juga dapat terbina pada diri mereka melalui pemanfaatan peta. Dengan demikian, akan terbina kemampuan memanfaatkan sumber daya lingkungan secara rasional sesuai dengan tingkat kualitas kehidupan dan kualitas lingkungannya.
Berbeda dengan pembelajaran yang menggunakan media globe, siswa kurang aktif karena globe tidak dapat memberi keterangan yang rinci tentang keadaan bumi dan membingungkan siswa. Hampir tidak ada interaksi siswa dengan media. Media juga tidak memberikan reaksi terhadap aksi yang dilakukan siswa. Dengan demikian siswa cepat merasa bosan dan tidak terbangun ide-ide yang baru serta kreatifitas dalam menganalisis materi pelajaran. Suharyono dan Amien (1994) menjelaskan ada beberapa kelemahan dari globe yaitu (1) globe kurang praktis dan membingungkan untuk kepentingan pejelajahan bumi, (2) gambar yang kurang jelas dan terlalu kecil, dan (3) tidak punya skala perbandingan yang sesungguhnya karena tanpa skala kita tidak tahu berapa perbandingan yang buatan dengan  yang asli. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media peta lebih tinggi dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media globe. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil pembelajaran dengan menggunakan media peta lebih sesuai untuk kompetensi bidang studi Geografi.
Dari hasil analisis uji hipotesis dan uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan menggunakan media peta lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar Geografi siswa yang diajar dengan menggunakan media globe.
2.      Perbedaan Hasil Belajar Geografi Siswa Yang Memiliki Motivasi Berprestasi Tinggi Dan Siswa Yang Memiliki Motivasi Berprestasi Rendah

Hasil analisis data penelitian melalui uji Anava 2 x 2 diputuskan menolak Ho dan menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
Di dalam belajar, faktor motivasi berprestasi merupakan satu faktor psikologis yang dimiliki oleh seorang siswa. Faktor motivasi terhadap suatu mata pelajaran akan mempengaruhi terhadap pencapaian hasil belajarnya. Siswa yang cenderung memiliki motivasi berprestasi yang tinggi terhadap suatu mata pelajaran akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan bahwa motivasi berprestasi yang merupakan salah satu karakteristik siswa dapat mempengaruhi hasil belajar. Siswa dengan motivasi berprestasi tinggi cenderung untuk belajar lebih giat untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, berbeda dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
Hal ini sejalan dengan pendapat dari Bloom (1986) yang menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah karakteristik siswa. Hasil penelitian ini juga relevan dengan hasil penelitian dari Pulungan (2005) yang memberi kesimpulan terhadap hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan perolehan hasil belajar Fisika. Berdasarkan hasil penelitian ini serta hasil penelitian terdahulu, jelas menyebutkan bahwa faktor motivasi berprestasi berpengaruh terhadap hasil belajar.
3.      Interaksi Antara Media Pembelajaran Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa

Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal (dari dalam  diri siswa) serta faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor luar yang salah satunya adalah media pembelajaran turut mempengaruhi kualitas pembelajaran dimana guru adalah yang paling bertanggungjawab didalamnya untuk keberhasilan proses belajar. Kemudian faktor internal dalam hal ini adalah motivasi berprestasi siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat interaksi antara media pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar geografi pada siswa SMP Negeri Kecamatan Singkil. Temuan dalam penelitian ini adalah: a) hasil belajar geografi siswa yang diajar dengan media pembelajaran Peta lebih tinggi dari pada hasil belajar geografi  siswa  yang  diajar  dengan  media pembelajaran Globe. b) hasil belajar siswa yang diajar dengan media pembelajaran Peta dan Globe tidak berbeda secara signifikan baik pada kelompok siswa yang mempunyai motivasi berpretasi tinggi,c) terdapat perbedaan hasil belajar geografi siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah yang diajar dengan media pembelajaran Peta dan media Globe.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa penggunaan media pembelajaran Globe memberikan pengaruh yang lebih baik bila diterapkan pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibanding bila diterapkan pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Hal ini dapat dilihat dari skor hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi yang diajarkan dengan menggunakan media Globe skor rata- rata 24,21 lebih tinggi dari skor hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah yang diajarkan dengan menggunakan media Globe skor rata- rata 14,65.  Selanjutnya, hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi yang diajarkan dengan menggunakan media Peta memperoleh skor rata-rata 24,37 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah memperoleh skor rata- rata 18,57.
Dari hasil penelitian dan uji scheffe juga diperoleh bahwa penggunaan media pembelajaran tidak selamanya berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, hal tersebut dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dengan motivasi berprestasi tinggi yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran Peta tidak jauh beda dengan hasil belajar siswa dengan motivasi berprestasi tinggi yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran Globe. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran Globe lebih cenderung terhadap peningkatan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibanding dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Sebaliknya, siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah akan memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi bila diajar dengan menggunakan media Peta.
Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Hadi (2003) yang menyimpulkan bahwa sebelum guru mengajar perlu dilakukan penilaian awal terhadap karakteristik siswa yang akan diajarnya. Dengan demikian hasil belajar yang merupakan perubahan tingkah laku atau kemampuan dalam diri siswa berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang bersifat efektif, efisien dan mempunyai daya tarik dapat tercapai. Dari uraian diatas, jelas bahwa terdapat interaksi antara media pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi siswa. 
       
D. KESIMPULAN DAN SARAN
1.        Kesimpulan
Sesuai dengan hasil dan pembahasan penelitian yang telah diuraikan, maka ditarik kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.      Terdapat perbedaan hasil belajar Geografi antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Peta dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Globe. Kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Peta memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran Globe.
2.      Terdapat perbedaan hasil belajar Geografi antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi memperoleh hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.
3.      Terdapat interaksi antara media pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Geografi siswa. Rata- rata hasil belajar Geografi yang paling tinggi adalah siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi yang diajarkan dengan media pembelajaran Peta, sedangkan yang paling rendah adalah kelompok siswa motivasi berprestasi rendah yang menggunakan media pembelajaran Globe.
2.      Saran
Saran- saran yang dikemukakan untuk penelitian lanjutan adalah sebagai berikut :
1.      Penelitian ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut pada skala yang lebih luas dengan objek penelitian dan variabel lain. Karena penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Singkil dan SMP Negeri 2 Singkil maka disarankan para peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan variabel yang sama di SMP Negeri lain dengan kondisi yang berbeda sehingga diperoleh hasil penelitian yang dapat mencerminkan kondisi yang lebih umum.
2.      Karakteristik siswa yang dijadikan variabel moderator dalam penelitian ini adalah motivasi berprestasi siswa. Disarankan untuk penelitian lanjutan melibatkan karakteristik siswa yang lain guna melengkapi kajian penelitian ini.
Saran- saran yang dikemukakan pada pemanfaatan hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.      Para guru SMP Negeri di Kecamatan Singkil hendaknya selalu berusaha untuk menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar agar hasil belajar siswa lebih meningkat.
2.      Para pengelola sarana dan prasarana pembelajaran, agar selalu mengikuti perkembangan media pembelajaran sehingga dapat diterapkan pada pengajaran di kelas, agar hasil belajar siswa lebih baik.
3.      Media pembelajaran dan karakteristik siswa merupakan suatu komponen yang dapat menentukan atau mempengaruhi hasil belajar Geografi. Oleh karena itu, guru sebagai perancang pengajaran perlu mempertimbangkan karakteristik siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. & Supriyono, W. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Bloom, B.S. (ed.). 1976. Human Characteristics and School Learning. New York: Mc Graw- Hill Book Company. 

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1982. Pendidikan Tenaga Kependidikan Berdasarkan Kompetensi, Program Akta V-B, Buku II. Jakarta :  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Fauziah, A. 2010. Motivasi Berprestasi. (Online).

(http://aliafauziah.blogspot.com/2010/11/motivasi-berprestasi.html. Diakses pada tanggal 14 April 2011).

Khosim, A. 2007, Geografi SMA Kelas XI. Jakarta: Grasindo.
Nasution, N. & Suryanto, A. 1991. Evaluasi Pengajaran. Jakarta : PPUT.

Pulungan, Abdul H. 2005. Pengaruh Metode Pembelajaran Remedial dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMP Negeri 35 Medan. Medan : Tesis UNIMED.

Suharyono & Amien, M. 1994. Pengantar Filsafat Geografi. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumaatmadja, N. 1983. Geografi Sebagai Nilai Eksistensi Untuk Menunjang Perwujudan Kesatuan Bangsa dan Negara. Disertasi. Yogyakarta: Program Pasca Sarjana IKIP Yogyakarta.

Sumaatmadja, N. 2001. Metodologi Pengajaran Geografi. Jakarta : Bumi Aksara.





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar